Jose Mourinho: Saya Langgar Aturan Jarak Sosial Demi Peluk Carlo Ancelotti
Manajer Tottenham Hotspur, Jose Mourinho, menabrak aturan jarak sosial demi memeluk juru taktik Everton, Carlo Ancelotti.
Sebelum bertanding, tradisi jabat tangan juga biasa dilakukan di EPL sebagai bagian dari kampanye saling respek.
Akan tetapi, selama pandemi virus corona alias pada proyek “restart” kompetisi, tradisi tersebut disetop sementara untuk meminimalisasi penularan.
Terbaru, Spurs sukses mengalahkan Everton dengan skor 1-0 pada pekan ke-33 Liga Primer Inggris di Stadion Tottenham Hotspur, Selasa (7/6) dini hari WIB.
Yang menarik sebelum laga tersebut, Ancelotti coba menaati aturan dengan memilih mengulurkan tangan untuk berjabat, namun yang terjadi justru Mourinho memberikan pelukan.
Pada sesi jumpa pers sebelum pertandingan, Mourinho memang telah melontarkan pujiannya kepada Ancelotti. Ia bahkan terang-terangan menyatakan akan melanggar aturan jarak sosial untuk memeluk pelatih asal Italia itu.
“Saya pikir semua orang di sepakbola mengagumi Carlo [Ancelotti] sebagai pelatih dan sebagai pribadi,” kata Mourinho dalam sesi jumpa pers pralaga, Minggu (6/7).
“Jika Anda tidak mengenalnya secara pribadi, setidaknya Anda pasti tahu dia sebagai pelatih.”
“Saya sangat mengaguminya secara pribadi. Saya akan mengatakan dengan tegas, bahwa dia adalah salah satu manajer terhebat di dunia dalam dua dekade terakhir dan tentu saja sampai sekarang.”
“Saya pikir dia adalah sosok yang fantastis, jadi saya pikir saya akan melanggar aturan jarak satu meter dan saya akan memeluknya karena saya sangat kagum kepada Carlo,” pungkasnya.
Kebetulan pada tahun lalu, Mourinho dan Ancelotti sama-sama kembali melatih saat musim berjalan. Mou menggantikan Mauricio Pochettino pada November 2019, sementara Don Carlo ditunjuk sebagai suksesor Marco Silva sebulan berselang.
Adapun dengan hasil laga teraktual, Spurs kini menempati urutan kedelapan klasemen sementara dengan koleksi 48 poin. Sedangkan Everton tertahan di peringkat ke-11 dengan 44 poin.